Bustami Zainudin menilai Joko Widodo layak disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur. Pernyataan itu disampaikan Bustami, yang merupakan anggota DPD RI/MPR RI dari daerah pemilihan Lampung, sebagai bentuk pengakuan terhadap capaian pembangunan sepanjang dua periode pemerintahan Jokowi.

Menurut Bustami, pembangunan infrastruktur yang berlangsung selama dua periode telah memberikan dampak nyata dan dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Ucapan ini dia sampaikan sebagai apresiasi atas penghormatan yang disampaikan Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, kepada para presiden terdahulu dalam sebuah sidang.
Bapak Pembangunan Infrastruktur dalam Sorotan Publik
Dalam pandangan Bustami, pengakuan terhadap peran Presiden Jokowi bukan sekadar pujian politis, melainkan refleksi dari perubahan nyata di lapangan. Sebagai wakil daerah, Bustami menekankan pentingnya melihat hasil pembangunan yang langsung berdampak pada keseharian masyarakat, mulai dari aksesibilitas hingga konektivitas antardaerah.
Dia menilai bahwa penilaian semacam itu juga memperkuat narasi mengenai peran pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional selama dua periode terakhir. Pernyataan Bustami muncul sebagai respons terhadap penghormatan yang disampaikan pimpinan lembaga tinggi negara dalam forum resmi.
Dampak yang Dirasakan Masyarakat
Bustami menegaskan bahwa tolok ukur utama penilaian adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, bila pembangunan infrastruktur mampu meningkatkan akses layanan publik dan konektivitas, maka pengakuan terhadap figur yang dianggap mendorong hal tersebut menjadi wajar.
Dia menambahkan bahwa penilaian semacam ini juga relevan bagi wakil-wakil daerah yang menyaksikan perubahan kondisi wilayahnya. Dampak yang disebut Bustami mencakup aspek-aspek yang langsung dirasakan warga, meskipun ia tidak merinci proyek atau lokasi tertentu dalam pernyataannya.
Apresiasi dalam Forum Resmi
Pernyataan Bustami dilontarkan sebagai bentuk apresiasi atas penghormatan yang disampaikan Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, kepada para presiden terdahulu dalam sidang yang digelar. Bustami melihat penghormatan tersebut sebagai momen untuk mengakui kontribusi berbagai pemimpin dalam pembangunan nasional, termasuk penekanan pada peran Jokowi dalam bidang infrastruktur.
Menurut Bustami, penghormatan semacam itu penting untuk menghadirkan catatan sejarah yang menghargai usaha dan kebijakan yang membawa perubahan, sekaligus menjadi bahan refleksi bagi penyusunan kebijakan ke depan.
Peran DPD dan Suara Daerah
Sebagai anggota DPD RI dari Lampung, Bustami menekankan peran lembaganya dalam menyuarakan kepentingan daerah dan memastikan bahwa kebijakan pembangunan mendapat respons yang sesuai dari pusat. Pengakuan terhadap capaian infrastruktur, kata dia, juga harus diimbangi oleh evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya merata.
Dia mendorong agar setiap penilaian yang diberikan oleh wakil daerah tetap didasarkan pada bukti dan pengalaman lapangan, sehingga pengakuan maupun kritik terhadap kebijakan dapat memperkaya proses demokrasi dan perencanaan pembangunan.
Catatan Reflektif untuk Pemerintahan
Bustami memandang bahwa menilai prestasi pemerintahan merupakan bagian dari sikap konstruktif dalam arena publik. Pengakuan terhadap peran tertentu dalam pembangunan, menurutnya, bukan berarti mengabaikan tantangan yang masih harus diatasi, melainkan memberikan ruang bagi dialog tentang arah kebijakan selanjutnya.
Dengan menyatakan Jokowi pantas disebut Bapak Pembangunan Infrastruktur, Bustami berharap ada keberlanjutan dan peningkatan kualitas pembangunan yang makin berpihak pada kesejahteraan masyarakat di berbagai pelosok negeri.
Pernyataan itu kini menjadi bagian dari percakapan publik tentang bagaimana catatan kebijakan dua periode dipandang oleh wakil-wakil daerah dan pemangku kepentingan. Bustami menegaskan bahwa pengakuan tersebut dilandasi oleh observasi terhadap dampak pembangunan yang dirasakan warga di lapangan.
Baca juga berita lainnya:
