Septriana Tangkary resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Mighrul Lappung Bersatu (MLB) DKI Jakarta untuk periode 2026–2031. Kepemimpinannya, yang disertai gelar Maharani, diterima dengan harapan mampu menjadi pemicu langkah baru bagi pelestarian budaya Lampung di tengah komunitas perantauan di ibu kota.

Pengukuhan terhadap Septriana datang melalui proses resmi organisasi MLB dan dipandang sebagai momentum untuk memperkuat identitas budaya Lampung di Jakarta. Para pihak yang berkepentingan menaruh harapan agar kepemimpinan baru ini mendorong kegiatan kebudayaan dan mempererat jaringan antarkomunitas Lampung.
Peran Septriana Tangkary dalam Pelestarian Budaya Lampung
Dalam pidato singkat usai pengukuhan, Septriana menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut bukan semata kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk menjaga, memelihara, dan memajukan warisan budaya Lampung di lingkungan perantauan.
Penekanan pada pelestarian budaya menjadi sorotan utama; hal itu mencakup upaya menjaga tradisi, bahasa, kesenian, dan nilai-nilai kultural yang menjadi ciri khas masyarakat Lampung. Menurut pengurus MLB, penguatan identitas budaya di perantauan merupakan bagian penting agar generasi muda tidak terputus dari akar budayanya.
Agenda dan Prioritas Kepemimpinan
Sekalipun rincian program kerja belum dipaparkan secara detail pada saat pengukuhan, arah kebijakan yang diharapkan meliputi peningkatan kegiatan kebudayaan, pembinaan komunitas, serta penguatan komunikasi antaranggota MLB di Jakarta. Fokusnya tetap pada upaya menjaga kesinambungan tradisi Lampung sambil menyesuaikan dengan dinamika kehidupan urban di Jakarta.
Septriana dan jajaran pengurus diharapkan mampu merancang langkah konkret yang relevan bagi masyarakat perantauan, termasuk pembentukan ruang-ruang berkegiatan budaya dan inisiatif pendidikan budaya yang mudah dijangkau oleh generasi muda Lampung di ibu kota.
Tantangan Menuju Penguatan Identitas Budaya
Menguatkan identitas budaya di tengah arus modernisasi dan heterogenitas kota besar seperti Jakarta bukan tanpa tantangan. Faktor jarak dari kampung halaman, perubahan gaya hidup anak muda, serta kebutuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beragam menjadi beberapa hal yang mesti diantisipasi.
Pengurus baru diharapkan mencari formula yang mampu menggabungkan pelestarian tradisi dengan pendekatan yang menarik bagi generasi muda. Pendekatan tersebut penting agar nilai-nilai budaya Lampung tetap hidup dan relevan tanpa kehilangan esensi aslinya.
Harapan Komunitas Lampung di Jakarta
Komunitas Lampung di Jakarta memandang pengukuhan ini sebagai kesempatan memperkuat solidaritas dan memperluas ruang bagi praktik kebudayaan. Banyak pihak berharap kepemimpinan baru akan mempermudah kolaborasi antaranggota, memfasilitasi kegiatan seni dan budaya, serta menjadi wadah advokasi bagi kepentingan komunitas Lampung di kota besar.
Dengan masa tugas hingga 2031, pimpinan DPW MLB DKI Jakarta akan memiliki ruang waktu untuk mengembangkan program-program berkelanjutan. Keberhasilan tersebut pada akhirnya akan terukur dari partisipasi anggota, keberlanjutan kegiatan kebudayaan, dan kemampuan menjangkau generasi muda Lampung di perantauan.
Pengukuhan Septriana Tangkary sebagai Ketua DPW MLB DKI Jakarta membuka lembaran baru bagi organisasi dan komunitas Lampung di ibu kota. Upaya bersama antara pengurus, anggota, dan tokoh komunitas menjadi kunci agar tujuan pelestarian budaya dapat tercapai dalam kondisi sosial yang dinamis.
Baca juga berita lainnya:
