Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke pusat unit bisnis J99 Corp di Malang pada Kamis, 30 Juli 2026, dan menilai progres pembangunan ekosistem kreatif kecantikan yang tengah dijalankan pelaku usaha setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Menekraf meresmikan PT Kosmetika Cantik Indonesia (KCI) sebagai Creative Beauty Ecosystem Center yang berlokasi di kantor pusat MS GLOW, sebuah langkah yang mendapat pujian karena keterpaduan fasilitas dan unit bisnis di kawasan itu.
Peresmian dan tujuan kunjungan
Kunjungan resmi tersebut menandai pengakuan pemerintah terhadap upaya integrasi industri di area J99 Corp. Peresmian KCI sebagai Creative Beauty Ecosystem Center dilakukan di lingkungan kantor pusat MS GLOW di Malang, yang menjadi tempat berkumpulnya sejumlah unit bisnis yang saling terkait.
Menekraf menilai bahwa inisiatif seperti ini penting untuk memperkuat rantai nilai industri kreatif, khususnya di sektor kecantikan, dengan menempatkan produksi, pengembangan produk, dan layanan terkait dalam satu ekosistem terintegrasi.
Peran Ekosistem Kreatif Kecantikan di MS GLOW
Penetapan KCI sebagai pusat ekosistem dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi antar-pemain dalam industri kecantikan. Kehadiran fasilitas terpusat di lingkungan MS GLOW diharapkan memudahkan akses terhadap sumber daya produksi, riset produk, hingga saluran distribusi bagi pelaku usaha lokal.
Penggabungan fungsi-fungsi itu ke dalam satu kawasan juga memungkinkan pertukaran pengetahuan dan percepatan inovasi produk kecantikan yang sesuai kebutuhan pasar domestik.
Integrasi dengan unit bisnis lain dalam kawasan
Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah keterkaitan lokasi KCI dengan garasi unit bisnis transportasi premium, Juragan 99 Trans, yang berada dalam kompleks J99 Corp. Kombinasi fasilitas produksi dan layanan logistik di satu kawasan menjadi contoh model bisnis terpadu yang dapat meningkatkan efisiensi operasional.
Menurut penilaian yang disampaikan selama kunjungan, integrasi tersebut memperlihatkan kesiapan pelaku industri lokal untuk membangun sinergi hulu ke hilir, dari proses produksi hingga distribusi dan layanan pendukung lainnya.
Dampak bagi pelaku industri kreatif lokal
Peresmian dan pengakuan resmi ini dinilai memberi dampak positif terhadap ekosistem usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor kecantikan. Adanya pusat yang memayungi berbagai kegiatan terkait dapat membuka peluang kolaborasi, pelatihan, dan akses ke jaringan yang lebih luas.
Lebih jauh, model terintegrasi diharapkan mendorong pertumbuhan kapasitas produksi lokal sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun potensi pasar ekspor.
Tantangan yang perlu diperhatikan
Meski diapresiasi, pembangunan ekosistem terpadu juga menghadirkan sejumlah tantangan yang harus diatasi oleh pemangku kepentingan. Sinergi antar-unit usaha membutuhkan tata kelola yang jelas, harmonisasi standar mutu, serta manajemen rantai pasok yang efisien agar manfaat integrasi dapat dirasakan semua pihak.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia yang mampu mendukung inovasi produk dan proses produksi menjadi hal penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang.
Langkah ke depan
Kunjungan Menekraf ke J99 Corp dan peresmian KCI sebagai Creative Beauty Ecosystem Center menandai salah satu langkah awal dalam mendorong model ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi. Ke depan, kolaborasi antara pihak swasta, pemerintah, dan pelaku usaha lokal akan menjadi penentu keberhasilan inisiatif ini.
Dengan penempatan fungsi produksi, layanan pendukung, dan logistik di satu kawasan, para pemangku kepentingan diharapkan dapat terus mengembangkan praktik terbaik yang memperkuat posisi industri kecantikan nasional.
Baca juga berita lainnya:
