Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian kembali menunjukkan tren positif, sebuah perkembangan yang menurut Ilham Nurhidayatuloh punya implikasi luas bagi stabilitas nasional. Co-Founder Adidaya Foundation itu memandang kenaikan tingkat kepercayaan sebagai kekuatan yang membantu memperkuat fondasi negara dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

Hasil survei terbaru mencatat kepercayaan publik terhadap kepolisian meningkat menjadi 82,4 persen dari survei sebelumnya yang berada pada angka 76,2 persen. Di samping itu, citra positif institusi juga terpantau naik menjadi 71,5 persen, dari catatan sebelumnya 64,4 persen, sementara tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan tercatat 67,6 persen.
Peran kepercayaan publik terhadap Polri
Menurut Ilham, kepercayaan publik adalah modal penting bagi keberlanjutan penegakan hukum dan tata kelola keamanan yang efektif. Ketika publik percaya, proses kerja sama antara masyarakat dan aparat cenderung berjalan lebih lancar, baik dalam pencegahan tindak pidana maupun pelaksanaan tugas pelayanan publik.
Angka survei dan arti statistika
Data yang dirilis dalam survei menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa indikator utama. Kenaikan persentase kepercayaan dan citra positif memberi sinyal bahwa upaya komunikasi, pelayanan, dan penanganan kasus oleh institusi mendapat respons yang lebih baik dari masyarakat. Sementara itu, angka kepuasan terhadap pelayanan yang mencapai 67,6 persen menunjukkan adanya ruang perbaikan, terutama pada pengalaman langsung warga saat membutuhkan layanan kepolisian.
Interpretasi: stabilitas dan daya saing bangsa
Ilham menekankan bahwa kepercayaan publik bukan sekadar angka statistik, melainkan faktor yang berkaitan dengan stabilitas sosial dan kemampuan bersaing negara di kancah regional maupun global. Menurutnya, institusi yang dipercaya masyarakat akan lebih efektif dalam menciptakan lingkungan aman dan kondusif bagi investasi, kegiatan ekonomi, serta perkembangan sosial yang berdampak pada daya saing bangsa.
Tuntutan berkelanjutan terhadap kinerja institusi
Meski menyambut baik hasil survei, Ilham mengingatkan bahwa kepercayaan bersifat dinamis dan harus dipertahankan melalui konsistensi kinerja. Peningkatan angka saat ini perlu diikuti upaya perbaikan berkelanjutan, termasuk transparansi dalam penanganan kasus, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan kapasitas profesional petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Ilham juga menggarisbawahi pentingnya penguatan mekanisme akuntabilitas dan pengawasan internal sebagai bagian dari usaha mempertahankan kepercayaan. Tanpa penguatan tersebut, momentum yang diperoleh dari hasil survei berisiko sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Selain aspek internal, pendekatan yang lebih proaktif terhadap komunikasi publik menjadi bagian dari rekomendasi yang disampaikan. Dengan komunikasi yang jelas dan responsif, potensi kesalahpahaman atau kekecewaan publik dapat diminimalkan, sehingga citra institusi dan kepuasan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Ilham menilai bahwa kenaikan angka-angka dalam survei memberi peluang untuk memperkokoh sinergi antara aparat dan masyarakat. Sinergi itu, bila dikelola dengan baik, dapat menciptakan iklim hukum dan keamanan yang stabil—suatu prasyarat penting bagi pembangunan berkelanjutan dan peningkatan daya saing negara.
Ia mengajak semua pihak terkait untuk melihat data survei sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk langkah-langkah perbaikan. Dengan pendekatan yang berorientasi pada layanan dan akuntabilitas, harapannya kepercayaan publik tidak hanya naik sesaat, tetapi tumbuh menjadi modal sosial yang kokoh bagi pembangunan bangsa.
