Atlet Banjarbaru terus menjalani persiapan intensif menjelang ajang O2SN Nasional. Dalam satu sesi latihan terbaru, perhatian utama tim diarahkan untuk mengasah kecepatan melalui latihan speed drill sekaligus memperkuat koordinasi gerak dasar.

Pelatih sprint PASI Banjarbaru, Stephana, menyatakan bahwa program latihan kali ini menekankan dua aspek itu untuk meningkatkan performa atlet saat bertanding. Pendekatan tersebut dianggap penting agar para pelari siap menghadapi tantangan kompetisi di tingkat nasional.
Atlet Banjarbaru Fokus pada Speed Drill
Latihan speed drill menjadi salah satu komponen utama dalam rangkaian latihan hari itu. Menurut pelatih, sesi ini dirancang untuk memaksimalkan akselerasi dan frekuensi langkah tanpa mengorbankan teknik dasar. Meski detail teknis sesi tidak diuraikan secara rinci, fokusnya tetap pada perbaikan pola lari yang efisien dan responsif.
Pengerjaan speed drill biasanya bertahap dan terukur agar atlet dapat meningkatkan laju lari dengan kontrol tubuh yang baik. Dalam konteks persiapan menuju O2SN, latihan jenis ini bertujuan membantu atlet mencapai kecepatan optimal saat start dan transisi di lintasan.
Koordinasi Gerak Dasar sebagai Pilar Latihan
Selain kecepatan, koordinasi gerak dasar menjadi perhatian penting pelatih Stephana. Latihan koordinasi membantu atlet menyelaraskan gerakan lengan, kaki, dan posisi tubuh sehingga setiap langkah lebih efisien. Penguatan koordinasi juga berguna untuk mengurangi risiko kesalahan teknis saat lomba berlangsung.
Baca juga: Herdman Sebut Potensi Mitchell Baker Jadi Sisi Terang di Tengah Kegagalan ke Semifinal AFF 2026
Peningkatan koordinasi tidak hanya berkaitan dengan gerakan cepat, tetapi juga dengan kestabilan dan ritme. Untuk itu, sesi latihan difokuskan pada pengulangan gerakan dasar yang menumbuhkan kebiasaan motorik yang tepat, sehingga atlet dapat bereaksi lebih baik terhadap instruksi pelatih dan situasi lomba.
Pendekatan Pelatih Stephana
Pendekatan pelatih terhadap tim menekankan kontinuitas dan penguasaan teknik dasar. Stephana mengarahkan latihan agar atlet tidak sekadar mengejar kecepatan instan, namun mampu mempertahankan teknik saat berada di bawah tekanan kompetisi. Latihan yang sistematis diharapkan membentuk kesiapan fisik dan mental jelang O2SN Nasional.
Selain repetisi teknik, pelatih juga memperhatikan aspek transisi latihan hingga jeda pemulihan. Pengaturan intensitas yang baik penting untuk mencegah kelelahan berlebih dan meminimalkan risiko cedera, sehingga atlet bisa tampil maksimal saat waktu kompetisi tiba.
Persiapan Menuju O2SN Nasional
Dengan fokus pada speed drill dan koordinasi gerak dasar, tim Banjarbaru berharap dapat menyempurnakan aspek teknis yang dinilai krusial pada nomor sprint. Latihan yang terstruktur dianggap sebagai langkah kunci untuk meningkatkan performa kolektif tim saat berlaga di tingkat nasional.
Persiapan ini mencerminkan metode pelatihan yang menekankan kualitas gerakan dan konsistensi latihan. Meski waktu menuju kompetisi mungkin menuntut peningkatan intensitas, pelatih dan atlet tetap menjaga keseimbangan antara pengembangan teknik dan pemulihan agar kondisi puncak dapat dicapai pada saat yang tepat.
Seiring berjalannya persiapan, perhatian terhadap detail teknis seperti start, akselerasi, dan transisi tetap menjadi pijakan utama. Untuk tim Banjarbaru, penyempurnaan elemen-elemen tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar dalam menghadapi persaingan di O2SN Nasional.
Baca juga berita lainnya:
