Bernardo Tavares menepis anggapan bahwa gelar di pramusim akan membawa kutukan saat kompetisi utama berlangsung. Pelatih Persebaya itu menegaskan Persebaya menang bukan sesuatu yang harus dihindari atau ditakuti oleh timnya.

Selain membantah mitos tersebut, Tavares memaparkan rencana taktik timnya menjelang Piala Presiden. Ia menekankan sejumlah prioritas yang berkaitan dengan penataan permainan, terutama aspek transisi bertahan dan pemanfaatan potensi pemain muda.
Persebaya Menang dalam Sorotan Publik
Tavares menilai terlalu percaya pada takhayul seperti ‘juara pramusim gagal di liga’ justru dapat mengganggu persiapan tim. Menurutnya, fokus utama harus kembali pada kerja tim, persiapan fisik, dan detail teknis yang nyata di lapangan. Pernyataan itu sekaligus menjadi bentuk keyakinan pelatih bahwa capaian positif tidak perlu dicemaskan dengan anggapan buruk yang belum tentu beralasan.
Dengan sikap tersebut, Tavares ingin membangun kultur yang menghargai kemenangan sebagai hasil usaha, bukan sesuatu yang menimbulkan rasa was-was. Ia menegaskan bahwa sikap mental tim menjadi bagian penting agar tujuan jangka pendek dan panjang dapat diraih tanpa terjebak dalam spekulasi atau muramnya ramalan tak berdasar.
Fokus Taktik di Piala Presiden
Untuk turnamen pramusim seperti Piala Presiden, pelatih memberikan perhatian khusus pada detail taktik yang bisa diuji coba sebelum kompetisi resmi dimulai. Strategi yang diutamakan bukan sekadar mencari hasil instan, tetapi bagaimana setiap elemen tim bisa menerapkan pola permainan yang diinginkan dalam berbagai situasi pertandingan.
Dalam penerapan taktik, Tavares menekankan pentingnya konsistensi antara latihan dan penerapan di laga uji coba. Ia ingin melihat sejauh mana pemain mampu mengeksekusi instruksi, beradaptasi dengan perubahan ritme permainan lawan, dan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Menyoroti Transisi Bertahan
Salah satu titik tekan yang diutarakan pelatih adalah transisi bertahan. Menurutnya, fase ketika tim kehilangan bola dan harus segera beralih dari menyerang ke bertahan sering menentukan kelancaran pola permainan secara keseluruhan. Perbaikan di area ini menjadi prioritas agar tim tidak mudah dibobol saat ritme laga berubah cepat.
Tavares memperhatikan aspek organisasi garis belakang, komunikasi antarpemain, serta kemampuan tekanan setelah kehilangan bola. Semua itu dianggap sebagai fondasi supaya skema defensif bisa bekerja efektif tanpa mengorbankan daya serang tim.
Kepercayaan pada Pemain Muda
Selain taktik, pelatih juga memberi pujian terhadap potensi pemain muda yang ada di skuatnya. Ia melihat kesempatan di pramusim sebagai momen penting untuk memberi kepercayaan kepada talenta muda agar mendapatkan jam terbang dan pengalaman kompetitif yang dibutuhkan.
Pengembangan pemain muda menurut Tavares tidak hanya soal menit bermain, tetapi juga pembinaan mental dan pemahaman taktik yang komprehensif. Pendekatan itu dimaksudkan agar setiap pemain muda dapat berkontribusi pada level tim yang lebih tinggi ketika diberi kesempatan.
Menjaga Momentum dan Ekspektasi
Tavares menyadari bahwa ekspektasi publik terhadap Persebaya tetap tinggi. Oleh sebab itu, ia berupaya mengelola ekspektasi itu melalui komunikasi yang jelas dan program latihan yang terstruktur. Pendekatan ini diharapkan membantu tim menjaga momentum positif tanpa terjebak tekanan yang berlebihan.
Pada akhirnya, penegasan bahwa Persebaya menang bukan sesuatu yang harus dihindari menjadi pesan utama dari pelatih. Ia ingin seluruh elemen klub—mulai dari pemain hingga staf pelatih—memiliki ambisi yang sehat untuk meraih hasil terbaik, sambil terus bekerja memperbaiki aspek teknik, taktik, dan mental secara berkelanjutan.
Baca juga berita lainnya:
