Penyerang telah mulai mengeksploitasi kerentanan kritis yang diberi kode CVE-2026-6875, yang memungkinkan remote code execution tanpa perlu autentikasi pada platform ServiceNow AI. Temuan ini menempatkan instansi yang bergantung pada layanan tersebut pada risiko kompromi instance.

Kerentanan ini berkaitan dengan kemampuan penyuntikan kode yang memungkinkan pelaku mengelabui sandbox skrip milik ServiceNow dan mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh pada instance yang menjadi sasaran. Karena sifatnya yang pre-auth, ancaman dapat dimulai tanpa kredensial pengguna.
Detil kerentanan ServiceNow RCE
CVE-2026-6875 adalah celah injeksi kode yang mengizinkan pelaku lepas dari pembatasan sandbox skrip di dalam lingkungan ServiceNow AI dan menjalankan perintah jarak jauh pada instance target. Kelainan ini mengekspos fungsi yang seharusnya aman terhadap masukan berbahaya, sehingga membuka jalur bagi eksekusi kode tanpa autentikasi.
ServiceNow AI sendiri diposisikan sebagai Platform-as-a-Service yang membantu organisasi membangun dan mengotomasi alur kerja digital. Kerentanan pada lapisan ini dapat berdampak luas karena banyak proses dan integrasi bisnis yang bergantung pada platform untuk orkestrasi tugas dan data.
Penemuan dan laporan insiden
Penemuan celah ini dilaporkan oleh peneliti dari Searchlight Cyber, yang menemukan mekanisme injeksi dan melaporkannya ke pihak ServiceNow pada awal April 2026. Belakangan, firma intelijen ancaman Defused menyampaikan bahwa aktor jahat sudah mulai mengeksploitasi CVE-2026-6875 di alam liar.
Informasi mengenai pemanfaatan kerentanan ini di lapangan menandai eskalasi dari sekadar temuan penelitian menjadi ancaman nyata yang memerlukan perhatian segera oleh tim keamanan di organisasi yang menggunakan ServiceNow AI.
Potensi dampak bagi organisasi
Dampak dari eksploitasi seperti ini berpotensi sangat serius. Remote code execution pada tingkat platform dapat memberi penyerang kontrol atas instance, memungkinkan manipulasi alur kerja, akses atau pencurian data, dan gangguan layanan otomatis yang menjadi tulang punggung operasi digital organisasi.
Karena sifat ServiceNow sebagai PaaS yang mengelola berbagai proses bisnis, keuntungan akses tidak sah ke satu instance bisa berimplikasi pada integritas dan ketersediaan layanan yang terhubung di lingkungan produksi.
Apa yang perlu diperhatikan oleh tim keamanan
Organisasi yang menggunakan ServiceNow AI disarankan untuk segera memantau informasi resmi dari penyedia layanan dan dari sumber intelijen ancaman yang dapat dipercaya tentang perkembangan exploit ini. Perhatikan pemberitahuan vendor, advisory keamanan, dan tanda-tanda aktivitas mencurigakan pada instance.
Selain itu, tim keamanan harus meninjau konfigurasi akses, logging, dan isolasi jaringan untuk mengidentifikasi kemungkinan vektor eksfiltrasi atau lateral movement jika sebuah instance terkompromi. Pencatatan dan pemantauan yang baik akan membantu mendeteksi indikasi eksploitasi lebih awal.
Catatan akhir dan langkah komunikasi
Kasus ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap temuan kerentanan pada layanan infrastruktur yang kritikal. Organisasi yang terdampak atau yang mengandalkan ServiceNow AI dianjurkan menjaga saluran komunikasi internal tetap terbuka antara tim keamanan siber, operasi TI, dan pihak manajemen untuk menilai risiko dan menentukan tindakan mitigasi.
Perkembangan lebih lanjut terkait CVE-2026-6875, termasuk detail teknis tambahan atau mitigasi resmi, harus dipantau melalui saluran pemberitahuan yang dikeluarkan ServiceNow dan laporan intelijen ancaman yang kredibel.
Baca juga berita lainnya:
