Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan apresiasi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, atas upaya mengangkat Muaythai melalui pengembangan dari akar rumput. Pernyataan itu disampaikan saat Erick hadir pada pembukaan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, Rabu (5/8/2026).

Erick menilai kepemimpinan LaNyalla tidak hanya fokus pada prestasi atlet elit, tetapi juga memperkuat fondasi olahraga di tingkat komunitas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan dan penerimaan Muaythai di kalangan generasi muda dan lapisan masyarakat yang lebih luas.
angkat Muaythai dari akar rumput
Dalam sambutannya, Erick menekankan pentingnya pembangunan dari bawah untuk menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. “Saya apresiasi bagaimana Ketua Umum ini lihai melihat bagaimana pembangunan grassroots dari bawah,” ujar Erick, memberi pujian pada strategi yang dijalankan oleh pengurus pusat organisasi olahraga tersebut.
Pengembangan di tingkat akar rumput disebut Erick sebagai modal utama agar cabang olahraga bisa berakar kuat dan mengembang ke berbagai lapisan masyarakat. Dengan basis komunitas yang solid, potensi regenerasi atlet serta keterlibatan publik dipandang akan meningkat secara alami.
Muay Aerobik sebagai jembatan penerimaan publik
Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah pengemasan Muaythai melalui Muay Aerobik. Erick menyebut bentuk inovasi ini mempermudah penerimaan olahraga oleh masyarakat, termasuk anak-anak dan kaum muda. “Menjadikan olahraga ini menjadi olahraga yang populer karena mudah diterima dengan ada tadi Muay Aerobic,” kata Erick.
Transformasi aspek teknis Muaythai menjadi aktivitas yang lebih terstruktur untuk kebugaran umum dianggap sebagai langkah strategis. Pendekatan semacam ini membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengenal gerakan dasar Muaythai tanpa harus langsung terjun ke kompetisi penuh kontak.
Peran kepemimpinan dalam pengembangan olahraga
Erick memaknai apresiasi itu sebagai pengakuan terhadap peran pemimpin organisasi olahraga yang mampu melihat lebih luas dari sekadar target medali. Fokus pada pembinaan dan inovasi program dianggap sebagai cerminan kepemimpinan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan selera masyarakat.
Menurut Erick, upaya ini juga relevan untuk membentuk citra Muaythai yang ramah bagi publik dan mendukung pembentukan generasi penerus yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang sehat.
Momentum IMC 2026 untuk memperluas jangkauan
Pembukaan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Bekasi menjadi momen bagi PBMI untuk menunjukkan arah pengembangan yang sedang dijalankan. Kegiatan seperti IMC tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai wadah sosialisasi program-program yang ditujukan untuk memperluas jangkauan olahraga tersebut.
Dengan rangkaian kegiatan di tingkat nasional, diharapkan pesan tentang pentingnya pembangunan grassroots dan inovasi seperti Muay Aerobik dapat tersampaikan ke berbagai daerah dan lapisan masyarakat, memperkuat posisi Muaythai dalam peta olahraga nasional.
Dalam kesempatan itu, Erick kembali menegaskan harapannya agar pengembangan Muaythai tetap sejalan dengan prinsip inklusivitas dan pembinaan berkelanjutan. Pengakuan terhadap strategi yang menitikberatkan pada akar rumput menjadi sinyal bahwa pembinaan yang komprehensif akan menjadi fokus ke depan.
Baca juga berita lainnya:
