mesin jahit bekas - ilustrasi berita Mesin jahit bekas menjadi penghidupan: Utari di Surabaya menopang lima keluargaMesin jahit bekas yang dimanfaatkan Utari di Surabaya kini menopang lima keluarga. Data BPS menunjukkan lebih dari 16% rumah tangga bergantung pada perempuan.

Fenomena Utari mencerminkan perubahan demografis yang lebih luas: menurut Badan Pusat Statistik, lebih dari 16 persen rumah tangga kini bergantung pada perempuan sebagai pencari nafkah utama. Kondisi ini menegaskan pentingnya akses pembiayaan yang inklusif bagi pemberdayaan ekonomi perempuan.

mesin jahit bekas - ilustrasi berita Mesin jahit bekas menjadi penghidupan: Utari di Surabaya menopang lima keluarga

Mesin jahit bekas mengubah arah usaha

Sejak pengalaman yang mengubah hidupnya pada 2019, Utari memanfaatkan mesin jahit bekas itu untuk menerima pesanan jahit dari lingkungan sekitar. Dari permintaan perbaikan pakaian sederhana hingga pesanan menjahit pakaian baru, usaha tersebut perlahan berkembang menjadi sumber pendapatan yang stabil.

Walau bermula dari peralatan sederhana, kapasitas produksi Utari tumbuh sejalan dengan meningkatnya permintaan. Mesin jahit bekas yang dulu dianggap tidak lagi bernilai kini menjadi alat produktif yang menopang kebutuhan sehari-hari. Keberlanjutan usaha ini juga membuka peluang bekerja bagi anggota keluarga lainnya.

Pemberdayaan perempuan dan peran pembiayaan inklusif

Kisah Utari menunjukkan bagaimana akses terhadap modal dan aset, sekecil apa pun, dapat berdampak besar pada kesejahteraan keluarga. Pendekatan pembiayaan yang inklusif memungkinkan perempuan mendapatkan peralatan atau modal kerja yang mereka butuhkan untuk menjalankan usaha skala mikro hingga kecil.

Data BPS yang menunjukkan lebih dari 16 persen rumah tangga bergantung pada perempuan menandai kebutuhan sistem keuangan dan program pemberdayaan yang responsif terhadap realitas tersebut. Tanpa perluasan akses pembiayaan dan pelatihan, banyak peluang usaha perempuan tetap terhambat oleh keterbatasan modal dan jaringan pemasaran.

Perluasan dampak usaha rumahan

Dalam kasus Utari, dampak usaha tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Kegiatan menjahit yang tumbuh dari mesin jahit bekas memungkinkan dirinya membantu memenuhi kebutuhan sekitar lima keluarga yang bergantung pada pendapatan usaha tersebut. Perluasan semacam ini menunjukkan bagaimana usaha mikro dapat menjadi jaringan dukungan ekonomi yang lebih luas di tingkat komunitas.

Namun, untuk mempertahankan dan memperbesar dampak itu diperlukan akses yang lebih baik terhadap pasar, bahan baku, dan layanan pendukung seperti pelatihan keterampilan manajemen usaha. Tanpa dukungan tersebut, usaha rumahan berisiko stagnan meskipun sudah menunjukkan potensi awal.

Pelajaran dari kisah lokal untuk kebijakan lebih luas

Kisah Utari menggarisbawahi pentingnya kebijakan dan inisiatif yang menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam pengembangan ekonomi lokal. Pembiayaan inklusif, pelatihan keterampilan, serta akses ke pasar menjadi elemen yang saling melengkapi untuk memperkuat keberlanjutan usaha perempuan.

Di tingkat komunitas, dukungan sederhana—seperti memfasilitasi jejaring pemasaran atau memperkenalkan skema pembiayaan mikro yang mudah dijangkau—dapat memperbesar kesempatan perempuan wirausaha untuk berkembang. Hal ini pada gilirannya ikut memperkecil beban ekonomi rumah tangga yang bergantung pada perempuan.

Berangkat dari mesin jahit bekas, perjalanan Utari adalah contoh nyata bagaimana aset kecil bisa menjadi pintu menuju kemandirian ekonomi. Bagi banyak perempuan lainnya, cerita seperti ini dapat menjadi inspirasi sekaligus penegasan bahwa akses dan dukungan yang tepat mampu membuka jalan bagi perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

By rendra.firmansyah

Fokus meliput ekonomi, investasi, dunia usaha, perbankan, pasar keuangan, dan perkembangan UMKM. Memiliki minat besar terhadap transformasi ekonomi digital.